Minggu, (12/01) mentari bahkan belum sepenuhnya menampakkan dirinya. Namun ratusan orang dengan atasan hijau telah berkumpul di tengah lapangan Trisma. Semilir angin temani orang-orang yang tengah bersiap menunggu arahan. Ada apakah?
Tak terasa, tinggal menghitung hari SMA Negeri 3 Denpasar akan genap berusia 43 tahun. Tepat pukul 06.30 WITA ratusan warga Trisma telah berkumpul di lapangan hijau guna menyimak arahan mengenai rute jalan sehat dalam rangka memperingati HUT Trisma ke-43. Sebagian besar siswa tampak antusias untuk mengikuti acara yang satu ini. Beberapa anak telah menyiapkan sebotol air yang akan menemaninya selama perjalanan nanti. Tak lama setelahnya, Drs.Ida Bagus Sudirga,M.Pd.H. selaku kepala sekolah SMAN 3 Denpasar membuka acara jalan sehat. Sontak saja ratusan orang itu berbondong-bondong berjalan mengikuti rute yang telah ditetapkan.
Rute jalan santai kali ini diawali dari SMA Negeri 3 Denpasar,melintasi Jalan Nusa Indah lalu melewati Jalan W.R. Supratman. Setelah itu menyusuri Jalan Kecubung,berlanjut melalui Jalan Hayam Wuruk, kemudian kembali menuju SMA Negeri 3 Denpasar. Ratusan warga sekolah yang terdiri dari siswa-siswi, guru, dan pegawai memadati jalur lalu lintas yang dipilih menjadi rute jalan sehat kali ini. Syukurnya karena acara berlangsung pada hari Minggu pagi, membuat kendaraan yang berlalu-lalang tidak begitu banyak.Tak ketinggalan pula para anggota PMR dan KSPAN Trisma yang siap siaga memantau peserta jalan sehat di sepanjang rute. Seluruh peserta jalan sehat rupanya mampu menaklukan jarak 3,35 km.
“Segala sarana acara jalan sehat ini sudah kita persiapkan dari seminggu yang lalu,”ucap Made Narendra Natha Wijaya (15) selaku panitia acara jalan sehat. Naren, begitulah sapaan akrabnya, menerangkan maksud dari diselenggarakannya acara ini guna menyemarakkan serangkaian HUT Trisma. Tidak hanya itu, menurutnya jalan sehat juga mampu mempererat rasa kekeluargaan antarwarga Trisma.Kebugaran jasmani juga menjadi alasan pentingnya diadakan jalan sehat ini pasalnya banyak orang yang lupa betapa pentingnya menjaga kebugaran jasmani.
Tak bisa dipungkiri terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya “Kendala yang dirasain itu kekurangan tenaga, jam mulai yang ngaret dan konsumsi sih,” ucap Naren lelaki berlesung pipi itu. Acara jalan santai kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang diundi lalu diselingi perlombaan senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang para pesertanya berasal dari siswa kelas X dan XI. Ni Wayan Putu Karina (16) yang merupakan salah satu peserta jalan sehat mengaku senang berpartisipasi dalam kegiatan ini “Menurutku acaranya cukup menarik dengan doorprize yang ada, tapi sayang sih jam mulainya ngaret. Ya semoga tahun depan lebih baik lagi dan pengumuman lomba senamnya diumumin dari jauh hari biar lebih siap,” ujarnya sesekali menepukkan kedua tangannya.
Gunungan doorprize yang terpajang mampu membuat siapapun yang melihatnya menundukkan kepala dan berkomat-kamit. Bagaimana tidak, hadiah utamanya adalah satu unit sepeda gunung. Akhirnya hadiah utama tersebut berhasil dibawa pulang oleh Ni Putu Denina Ning Permana (16) “Senang banget sih ya dan gak nyangka juga. Sebenernya aku pingin dapat rice cooker buat nenekku. Harapanku sih semoga acaranya semakin meriah dan doorprizenya tambah banyak,kalau bisa hadiah utamanya motor,” gurau Denina diakhir wawancara. (cfk/mta/dyt)

