Semilir angin menghiasi suasana padang rumput luas berbentuk persegi panjang. Sang Surya yang sudah bersembunyi di balik awan-awan gelap yang seakan-akan sudah siap menumpahkan isinya tak menghentikan aktifitas sekelompok remaja di area Lapangan Made Pica, Minggu (29/12). Ada apakah?
Tak terasa hari sudah berganti hingga kini menginjak akhir dari perjuangan para siswa SMA Negeri 3 Denpasar dalam perandingan GAESMA. Awan yang menjadi penghalang sinar sang surya untuk terpancar seakan-akan menjadi payung bagi orang-orang dilapangan. Obsesi, semangat, dan tekad yang kuat untuk menjadi pemenang dari pertandigan ini terpancar jelas di kesepuluh diri pemain pada masing-masing tim. Tak mengingat mana yang lebih tua ataupun muda, seluruh peserta hanyalah memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mencetak skor sebanyak-banyaknya untuk meraih gelar sang juara.
Pertandingan dari MIPA 1 dengan IPS 1 menjadi santapan pembuka bagi para penonton. Terlihat 2 kelompok dengan kostum berwarna hitam bercorak hijau dan bercorak merah tengah memperebutkan bola. Terdengar pula sorakan-sorakan dari para penonton untuk menyemangati tim andalan masing-masing menjadi iringan selama pertandingan. Kelakuan kocak dari para komentator juga menjadikan suasana lapangan menjadi pecah dan tidak tegang karena tawa yang keluar dari para supporter. Namun suasana menjadi panas ketika masing-masing “telur” di papan skor belum dapat dipecahkan. Detik demi detik berlalu hingga tak terasa satu jam telah berlalu. Tim MIPA 1 menjadi pemenang di sesi pertama sekaligus menempati posisi Juara 3 dalam GAESMA dengan perolehan skor 2-1.
Sang surya perlahan mulai tengelam di ufuk barat ketika pertandingan sesi kedua dilanjutkan oleh pemenang dari pertanding semifinal kemarin yaitu Tim Kualisi (IPS 3, MIPA 7, MIPA 8) melawan tim MIPA 6. MIPA 6 menjadi pihak pertama yang merubah skor menjadi 1-0 dengan menjebol gawang lawannya di menit ke-15. Babak pertama usai dan MIPA 6 masih tetap menempati posisi unggul. Namun nasib berkata lain, ketika pertandingan hampir usai, tim kualisi berhasil membalik situasi hingga dapat keluar menjadi juara pertama GAESMA dengan perolehan skor 6-5 dan MIPA 6 yang menempati posisi kedua. Sorak-sorai dan euphoria kemenangan terdengar dari seluruh penonton. Raut kelegaan tercipta di mimik wajah dari para pemain berkostum biru ini. Tak terkecuali dengan sang Kapten, Made Pranata Mahariva Wijaya yang merasa bangga akan apa yang diperoleh oleh timnya. “Kita tu berjuang bener-bener dari titik terbawah dan maju terus sampai final dan jadi juara itu rasanya seneng banget,”ujarnya.
Walaupun manjadi Juara kedua, perolehan yang diraih oleh dua orang pemain dari MIPA 6 tidak bisa dianggap remeh. Dalam Liga Siswa Trisma I Kadek Dodiek Saputra telah berhasil meraih gelar Top Score dengan sembilan kali mencetak gol selama pertandingan dan Agus Yoga Antara selaku Best Kiper. Tim IPS 1 juga berhasil mendapat gelar Fair Player setelah perjuangan mereka selama 1 minggu lebih. Tak ketinggalan, salah satu pemain MIPA 1, I Gusti Agung Panji Putra (16) juga berhasil meraih gelar seorang Best Player. Rasa terkejut dialami oleh Gung Panji karena namanya yang disebutkan sebagai seorang Best Player. “Kaget sih karena banyak pemain yang lebih pantes dapet penghargaan ini dan jujur aku ga ada persiapan sama sekali,” tutur Gung Panji.
Gung Panji juga memiliki tips untuk meraih gelarnya ini. Bermain dengan sepenuh hati serta selalu bekerja keras dilakukannya untuk memperoleh hasil yang terbaik. Harapan juga dilontarkan untuk GAESMA dan SMA Negeri 3 Denpasar. “Semoga tahun depan GAESMA lebih meriah dan untuk berikutnya jangan sampai hilang karena disana ada bibit dari pemain bola,” tutup Gung Panji. (krn/ana/dyt)

