Pertandingan Gaesma hari ini sudah memasuki babak penyisihan. Semangat tiap pemain untuk memperebutkan gelar juara kian terasa. Tiba – tiba muncul tim Sepak Bola dari Sanur (28/12). Apa yang akan terjadi?
Liga Siswa Trisma atau yang lebih akrab disebut dengan Gaesma kini sudah memasuki hari ke-6, dimana babak ini merupakan babak yang akan menentukan tim mana yang akan maju ke babak final pada keesokan harinya. Pertandingan sebelumnya dilakukan di pagi hari dan dilanjutkan kembali pada sore hari, tetapi kali ini berbeda, pertandingan hanya dilakukan pada sore hari.
Pertandingan dibuka dengan perlawanan antara tim dari MIPA 6 menghadapi IPS 1. Meski cuaca seolah tak mendukung pertandingan kali ini, para pemain tak patah semangat. Ditemani gumpalan awan hitam beserta angin yang kencang, pemain berungkali mencoba memasukkan bola ke gawang lawannya. Sayangnya berkali-kali pula mereka harus menelan kegagalan. Hingga akhirnya tim MIPA 6 berhasil meningkatkan kerjasama timnya dan membobol gawang lawannya. Permainan berakhir pada pukul 16.47 dengan kemenangan dibawa oleh MIPA 6 dengan skor 3 – 0.
Lantas tiba-tiba paduan khas sepak bola yang tampak asing terlihat datangi Lapangan Made Pica. Matanya menatap sekeliling, raut bingung terlihat dengan jelas. “Sebelum permainan kedua dimulai, terjadilah suatu kendala. Kebetulan hari ini, kita ada miss komunikasi dengan pihak Sanur Football, jadi mereka tidak tahu kalau pihak SMA Negeri 3 Denpasar sudah menyewa lapangan Letda Made Pica,” ungkap Ketut Anantha Adi Saputra salah satu Panitia HUT Trisma. Untungnya hal tersebut dapat segera diatasi dan pertandingan Gaesma pun dapat tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Permainan kedua dibuka dengan perlawanan antara tim dari MIPA 1 menghadapi tim kualisi. Kedua tim tampak berapi-api. Sesekali mereka saling melemparkan tatapan sengit. Semuanya berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka. Di tengah permainan seorang pemain mengalami cedera. Untungnya pihak PMR dengan sigap menangani hal tersebut. Sehingga pertandingan dapat berlanjut. Teriakan-teriakan dari supporter terdengar begitu nyaring. Seolah ingin menyalurkan energi serta semangat yang mereka miliki. Permainan pun berakhir pada pukul 18.06 dengan kemenangan yang dibawa oleh tim kualisi dengan skor 2-0. “Meskipun disini timku gabisa lanjut ke final aku tetap bersyukur dan bangga bisa ikut GAESMA ini. Aku merasakan banget manfaatnya, disini melatih kemampuan sepakbola juga melatih sportifitas dan kerjasama. Semoga penontonnya bisa dibuat lebih antusias lagi, supaya kita yang main juga seneng disini,” ungkap Putu herry Hardinata salah satu pemain dari MIPA 1. (dp/scy)

