Meski beberapa kali para pemain jatuh tersungkur, hingga debu kusam membaluri tubuh mereka. Di hari kelima pertandingan GAESMA ini, Jumat (27/12), setiap pemain tetap bergerak dengan lincah, seolah tak takut terjadi adanya cedera. Sebab di beberapa sudut Lapangan Letda Made Pica, beberapa pasang mata setia mengawasi mereka.
Memasuki hari kelima, semangat pemain masing-masing tim tak kunjung surut juga. Walau pada nyatanya, petandingan GAESMA tahun ini tidaklah seramai tahun lalu. Terlihat jelas dalam pertandingan pertama pukul 07.23, yang dibuka oleh tim A2 dari IPA 5 melawan tim A4 dari IPS 2. Namun tak berlangsung lama, tampaknya tim A4 kewalahan menghadapi serangan beruntun dari tim A2. Bahkan beberapa kali pemain tim A4 sempat jatuh tersungkur mempertahankan gawangnya. Kendati begitu, tim A4 memiliki pertahanan yang cukup baik, hingga pada babak pertama usai, skor 0-0 masih terpampang. Lalu pada babak kedua, akhirnya tim A2 berhasil membobol gawang tim A4 secara berturut-turut. Akhirnya kemenangan pun berhasil direbut oleh tim A2, dengan skor 2-0.
Kemudian pada pukul 09.08, wasit meniup peluitnya menandakan pertandingan kedua telah dimulai. Kini giliran tim A3 dari MIPA 6 melawan tim A5 yang merupakan kualisi dari X IPS 3, XI MIPA 7 dan XI MIPA 8. Baik dari tim A3 ataupun tim A5 memberikan perlawanan yang seimbang. Saling berusaha menyudutkan satu sama lain. Lantas di babak pertama itu kedudukan skor pun imbang dengan angka 0-0. Pada babak kedua, keadaan itu pun masih berlangsung. Berkali-kali saling merebutkan bola, melemparkan serangan dengan ganas, dan sama-sama memberikan pertahanan yang kuat. Sayangnya kedua tim ini nyatanya gagal menyumbangkan satu poin pun. Sehingga di penghujung pertandingan, tim A3 dan tim A5 tetap mendapatkan skor 0-0.
Di bawah rintik-rintik air hujan, pertandingan terus berlanjut. Tepat pukul 03.45, terjadi pertandingan antara B1 dari MIPA 1 dengan B4 dari IPS 1. Baik dari tim B1 maupun B4, keduanya sama-sama kuat namun sayangnya, di dalam pertandingan ini ada salah satu pemain bernomor punggung 29 dari tim B4 mengalami cedera di bagian kakinya dan tak bisa mengikuti pertandingan yang sedang berlangsung. ”Pas aku jaga ada 1 orang pemain dia ngerasain kram. Kalau kram ringan biasanya dilurusin aja kakinya, tapi kalau kramnya keras disemprotin aja pakek semprotan kram” ungkap Putu Juliana Kusuma Dewi salah satu anggota PMR (Palang Merah Remaja) yang bertugas di lapangan. Babak pertama berakhir dan keduanya memiliki skor yang sama dengan angka 0-0. Selanjutnya, pada babak kedua tim ini saling mengimbangi satu sama lain sehingga tak ada satupun yang berhasil mencetak gol dan pertandingan berakhir dengan skor tetap yakni 0-0.
Seusai pertandingan antara B1 melawan B4, kini giliran A2 dari MIPA 5 melawan A4 dari IPS 2 pada pukul 05.06.Walaupun dengan keadaan cuaca yang kurang mendukung, pemain dari tim A2 dan A4 tetap semangat melakukan permainannya. Pada babak pertama, tim A2 berhasil mencetak satu skor dengan total 1-0. Saat jam pergantian babak, beberapa pemain mendatangi anggota PMR yang bertugas untuk mengobati luka ringan karena terpeleset saat mengejar bola.”PMR itu penting banget sih soalnya pasti bakalan ada yang cidera jadi kalau ngak ada mereka siapa yang mau ngobatin” ujar Ida Bagus Ary Wirakusuma salah satu pemain yang sedang bertanding. Dilanjutkan pada babak kedua yang tak kalah seru. Pemain dari tim A4 berusaha membalas tim A2 namun sayangnya mereka gagal dan tim A2 kembali mencetak satu skor dan pertandingan berakhir dengan total skor 2-0. (mc/kar/dyt)

