Menemukan Penggiat Muda
Seni Baligrafi

”Kalau kita tidak mengenal sesuatu maka kita akan menganggapnya susah,” tutur I Made Yasana selaku dewan juri lomba seni lukis baligrafi, yang dijumpai pada Minggu pagi (30/06) di Gedung Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Bukan tanpa alasan Yasana bertutur demikian, sebab dalam era global nan instan generasi milenial kehilangan daya tarik untuk menekuni dunia tradisi dan budaya. Inovasi dan kreativitas gencar dikakukan untuk menemukan sosok anak muda yang bersedia menjaga budaya Bali di era kini. Salah satunya yakni kesenian Baligrafi yang merupakan perpaduan antara aksara Bali dengan Kaligrafi. Dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, lomba seni lukis baligrafi ini pertama kalinya diadakan yang bertujuan untuk melestarikan budaya Bali yang berbasis pengembangan dan perpaduan seni kaligrafi.
Tak ada yang sulit apabila ditekuni dengan serius, itulah pesan Yusana terhadap kesenian lukis Baligrafi. “ Jangan milik kita hilang dan buat dia berkembang menjadi berguna” ucap Yasana. Yasana yang merupakan dosen seni rupa ISI Denpasar, mengungkapkan pula bawasannya, pemerintah dan masyarakat Bali perlu beregenerasi dalam melestarikan kesenian ini. Pihak pemerintah perlu lebih gencar dalam mengadakan perlombaan, seperti dalam PKB 2019 ini termasuk pula mengadakan pameran-pameran seni lukis Baligrafi. Pada kompetisi kali Ini, terdallat sekitanya diikuti oleh 15 orang peserta siswa SMA/SMK Se-Bali.
Sebagaj juara pertama, Ida Bagus Maspura Rahwidya memberikan pesan dan kesannya “Saya senang tapi tetap perlu belajar lagi” ucap laki-laki yang kala itu mengenakan kemeja biru. Menurut Maspura, dalam perlombaan ini aspek utamanya adalah warna dan komposisi. Maspura pun mengaku bahwa untuk menyiapkan diri dalam perlombaan ini dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. “Saya latihan selama satu bulan dengan istirahat selama dua jam saja setiap harinya” ujar Maspura tersenyum. Perpaduan warna serta penempatan komposisi aksara Bali yang tepat adalah penilaian utama dalam kesenian ini. Kedepannya, dengan keberadaan lomba seni lukis Baligrafi dapat menemukan sosok-sosok muda yang benar-benar serius menekuni Baligrafi sebagai upaya pelestarian tradisi dan budaya. (na)

