Tampak berbeda di SMAN 3 Denpasar (Trisma) pasalnya segerombolan siswa-siswi memadati lapangan hijau. Bahkan terlihat layar raksasa terpajang dan tenda-tenda serta alas duduk menghiasi lapangan hijau Trisma. Ada apakah?
Ya, Rabu 09 Januari 2019 SMAN 3 Denpasar kedatangan tamu spesial sekaligus pengobat bagi para remaja yang ada yaitu Gede Prama, hadir dibumi Trisma dalam rangka mengisi HUT Trisma ke 42.
Terkait akan visi SMAN 3 Denpasar, yakni cerdas, berbudaya, berkarakter yang berwawasan Tri Hita Karana, karena itu sangat diperlukan wejangan dan motivasi yang mendorong para siswa untuk memiliki karakter yang lebih berkualitas. Maka tak heran apabila alasan seorang Gede Prama menerima kunjungi SMAN 3 Denpasar. Kata demi kata dibagikan untuk membangun energi positif guna meningkatkan kualitas pendidikan. Walau ini bukan kali pertama Gede Prama menginjakan kaki di bumi Trisma, namun wejangan pria bermata empat ini tetap memiliki makna mendalam. Walaupun kaki terasa kebas dan hawa panas menusuk kulit, sama sekali tak menyurutkan semangat para siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini diungkapkan Gede Prama yang mengungkapkan bahwa harus selalu menysukuri dan menerima diri sendiri apa adanya. “I love you just the way you are,” ucapnya kala memberikan motivasi kepada siswa Trisma. Ia juga menuturkan bahwa tak masalah akan rambut, warna kulit atau bentuk hidung yang dimiliki, syukuri dan terimalah apa pun itu. “Jangan biarkan amarah mengambil alih diri kalian, sebab kemarahan hanyalah rasa rindu yang ingin pulang,” terang pria bungsu bersaudara 13 ini.
Baik kondisi workshop maupun lapangan Trisma dibungkam sejenak oleh kata-kata yang dilontarkannya. Mendorong untuk menghapus segala rekaman luka di masa lalu. Entah itu dibuat oleh orang tua, guru, maupun teman. Lantas jadikan setiap pribadi di sana bebas dari kukungan rantai penderitaan.
Dalam pendidikan emosional ini terdapat pula sesi meditasi dengan dua bahasa. Memberikan sebuah renungan dan arahan pada jiwa-jiwa yang ingin lepas dari rengkuhan amarah. Tiap kata yang diucap terasa begitu menyayat hati, tak heran beberapa siswa sampai menitikkan air mata. Tak lupa pria yang memiliki 5 cucu ini mengingatkan warga Trisma untuk selalu tersenyum dalam segala keadaan. Sebab hal itu akan berimbas kepada lingkungan.
Dengan kehadiran motivator ternama di Bali inipun mengundang tanggapan dari Ida Bagus Sudirga selaku kepala sekolah SMAN 3 Denpasar, penuh makna. “Manusia itu seperti kertas putih, apa yang ditulis itulah yang melekat,” ujarnya dengan mata berbinar. Memberi suatu harapan kepada para siswa Trisma agar mendapatkan wawasan spiritual yang berkesan. Pria berkarakter tegas sekaligus ramah ini juga mengungkapkan rasa bahagianya karena kedatangan sosok terkenal hingga kancah internasional. “Setiap kata yang diberikan dapat membangun energi yang baik, juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, dan membuat diri bahagia karena kebahagiaan meupakan kunci kesadaran diri,” papar pria bertubuh mungil namun enerjik ini.
Sementara itu, para siswa turut mengungkapkan harapan positif setelah ikut serta dalam renungan Gede Prama. Hal ini diakui oleh Ni Putu Diva Iswari yang mengakui kalau motivasi yang diberikan dapat merubah pola pikir dirinya. “Aku harap terlepas dari motivasi yang diberikan, warga trisma tetap sadar akan diri masing-masing untuk menjauh dari rasa marah, karena rasa marah itu dapat mematikan jika tidak dikendalikan,” tutupnya siswa kelas X Trisma diakhir wawancara. (kar,dyt,sa)

