
Seketika sepanjang Jalan Surapati tepatnya di depan Gedung Jayasabha sungguhlah ramai. Penonton rela berdesakan, dari tua sampai muda semua hadir. Baik penampil maupun penonton tak pandang usia, semua bahagia.
“Pawai Budaya Bali Art Carnaval resmi dibuka” seru Gubernur Bali, Made Mangku Pastika sembari membunyikan Okokan (alat musik khas Tabanan-red). Tak hanya Pak Gubernur, segaban pembicaran terdengar ramai pertanda antusiasme para penonton. “Pak ayok turun!,” gerutu salah seorang anak kecil sembari menarik tangan ayahnya. Bocah laki-laki itu sangatlah bersemangat, tatkala sederet seniman dan peserta kostum carnaval menghiasi bidang Jalan Surapati.
Berwarna-warni dan cantik. Itulah kesan pertama yang muncul kala ratusan pasang mata menyaksikan deretan seniman dan peserta lomba Bali Art Carnaval. Saking indahnya, para penonton pun tak dapat memalingkan mata dari pemandangan indah yang menyejukkan mata. Kostum indah yang dikenakan sangatlah beragam. Layaknya kostum yang dikenakan oleh Ni Luh Made Aprilia Savita (17). Gadis yang kini menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Denpasar ini mengenakan kostum kupu-kupu yang terbuat dari sampah kardus bekas. “Hari ini seneng banget bisa ikut tampil, aku pakai kostum kupu-kupu dari kardus ini kurang lebih beratnya 2 kilo gram,” akunya saat dijumpai sebelum tampil. April yang tampil selaku peserta perlombaan pawai kostum dari barang bekas pun mengaku bangga dapat mengikuti acara sebesar ini. “Ini gak cuma sekedar pawai, aku ikut perlombaannya jadi deg-degan juga apalagi ditonton banyak orang. Tapi, karena sebelumnya sudah dapat workshop dari Dinas Kebudayaan aku jadi lebih pede,”paparnya dibarengi senyum sumringah.
Sudah terbukti, Bali Art Carnaval yang menjadi serangkaian kegiatan Bali Mandara Nawanatya sukses mengulik ide menggelitik dari para seniman dan peserta yang mengikutinya. Tentunya, tak hanya April yang sukses mendulang ide unik, namun seniman dan peserta yang jumlahnya kurang lebih 100 orang lainnya turut hadir di dalamnya, seperti Komunitas Seni Pancer Langit Badung, Penggak Men Mersi, Fortuna Mangement Denpasar, SMA Negeri Bali Mandara, Marching band Suara Smansa dan Gita Suara Smansa, Kisrama Production Singaraja, serta tamu kehormatan yang datang dari Jawa Timur yakni Banyuwangi Ethno Carnival.
Selaku orang nomor satu di Bali, Made Mangku Pastika mengungkapkan carnaval kali ini adalah menu baru untuk pembangun budaya Bali dalam rangka memberikan ruang kepada para seniman muda yang khususnya bergerak di bidang fashion yang bertemakan Bali Clean and Green (Bali bersih dan hijau). ”Idenya kembali pada program yakni Bali Clean and Green dan disini diharapkan dapat membuktikan bahwa persoalan sampah juga mampu meberikan inspirasi untuk berkarya,” terangnya.
Dirinya pun kembali menambahkan untuk carnaval kali ini sudah cukup memusakan. “Ya saya kira untuk tahap awal lumayan ya. Tak hanya Nawanatya, setiap tahun kita menyelenggarakan kegiatan untuk menambah spirit baru,” tutupnya sembari meninggalkan pawai yang telah usai. (Tim MP)

