Berjibun penonton memenuhi tribun Ardha Candra, Sesekali tawa pun pecah dari berbagai kalangan yang hadir. Ada apakah?
Malam minggu, tepatnya pada tanggal 3 Maret 2018 tak terasa kelabu. Bagi yang sedang sendiri tetaplah terhibur meski hanya sampai jam setengah sepuluh malam. Tak hanya yang sedang sendiri yang terobati. Berbagai kalangan dari anak-anak, remaja, hingga orang tua pun turut menyaksikan penampilan apik dari Teater Kini Berseri. Dengan kemasan operet yang bertajuk “Dunia dalam Cerita” rekan-rekan Tekiber (singkatan Teater Kini Berseri-red) sukses membuat penonton berdecak kagum. “Kocak banget penampilannya, lumayan kalau yang lagi jomblo di malam minggu pasti terhibur,” tutur Komang Dika Pratama (17) sembari bercanda.
Dunia dalam Cerita merupakan sebuah kolaborasi apik dari Teater Kini Berseri dengan seniman muda Bali. Layaknya judul yang diusung, penampilan menggelitik ini mengisahkan berbagai cerita rakyat yang dibuat dalam satu benang merah cerita. Seperti kemunculan ibu Malin Kundang di tengah-tengah penampilan yang menduga bahwa Jaya Prana adalah anaknya. Lalu kemunculan raksasa yang mengejar Timun Mas, hingga nyasar ke cerita rakyat Bangli dimana Kang Ci Wi mencari suaminya yakni Dalem Balingkang yang tengah menjalin persahabatan dengan Malin Kundang. Meski berlatar cerita rakyat, namun penampilan tetap dikemas meremaja dengan menghadirkan hiburan segar seperti kemunculan soundtrack anime Naruto yang telah diedit dengan wajah pemain.
Pada akhir cerita, Jaya Prana yang diperankan oleh Benny Dipo berhasil dibunuh oleh Patih jahat dan anak buahnya. Istrinya yakni Layon Sari hanya bisa memeluk dan menangisi kepergian sang suami. Meski berakhir sedih, riuh tepuk tangan penonton pun pecah. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika reflex mengacungkan dua jempolnya kepada para pemain dan langsung menemui mereka. Anak Agung Ayu Diah Kusuma Dewi (17) mengungkapkan rasa bahagianya saat turut berperan dalam pementasan ini. “Awalnya aku hanya iseng ikut casting, dan ternyata lolos lalu aku kebagian peran untuk jadi dayang dan cabaret,” ungkap dara kelahiran 3 April 2001 ini. Gung Diah adalah satu diantara beberpa pemain yang berasal dari eksternal Teater Kini Berseri. Dirinya yang bernanung dalam Teater Tiga SMAN 3 Denpasar menuturkan bahwa ada 2 rekannya yang turut berkolaborasi dengan Teater Kini Berseri.
Bagi Prof.Dr. I Made Bandem yang turut menyaksikan penampilan tersebut menjelaskan, operet yang ditampilkan dari kolaborasi Teater Kini Berseri dengan seniman muda Bali merupakan salah satu sajian yang menyegarkan. “Melihat humor yang disajikan, para penampil telah berusaha untuk membuat hiburan yang segar,” ujarnya dengan pelan. Bandem yang dikenal sebagai Joe Papp dari Bali ini menjelaskan bahwa sebuah seni memang kerap mengalami suatu perubahan. “Kini seni itu menyesuaikan, siapa yang mayoritas menonton juga menjadi perhatian para seniman,” sambungnya kembali. Secara keseluruhan Bandem pun mengaku cukup terhibur dengan adanya pementasan ini. Tentunya, pementasan lainnya masih mengantre untuk hadir menghibur masyarakat. Masyarakat tak perlu menanti hiburan berkualitas, sebab sepanjang Nawanatya III akan disajikan tanpa batas. (Tim MP)

