Penampilan semalam sungguhlah hebat. Namun para seniman itu tetaplah bersemangat meski penonton datang sekelebat.
Lantunan musik beradu dengan tepuk tangan penonton yang muncul sebentarDengan keliahaiannya mereka berusaha untuk merebut hati masyarakat. Kemarin, persembahan dari Komunitas Don Biu Denpasar, Gajah Etnik Tabanan, dan Komunitas Ruang Singgah Negara sungguh memikat hati. Bagi para penikmat musik dan sastra, mereka betah untuk melihat penampilan yang sarat akan makna ini. Dimulai dari sebuah renungan tentang dinamisme dan kemerdekaan dalam seni, Komunitas Don Biu Denpasar berhasil membuat penonton terpukau. Enam penampilan yang dipersembahkan hangat dalam balutan instrumen musikal dan sastra terasa kental akan penghayatan.
Penampil selanjutnya yang bernaung dalam komunitas seni Gajah Etnik Tabanan yang mempersembahkan lima penampilan yang tak kalah memukau dari penampil sebelumnya. Tak ketinggalan, penampilan dari Komunitas Ruang Singgah Negara turut menyelimuti kehangatan dengan balutan musik dan sastra. Pada penampilan yang bertajuk ‘Rahasia Doa’ sukses membuat seisi Ksirarnawa mengharu biru.
Sayang, penampilan luar biasa tak dibarengi dengan antusias masyarakat. Para seniman, khususnya seniman musik tengah menanti penikmat seni yang sejati. Penikmat seni yang sungguh-sungguh melihat, merasa, meraba, dan mengapresiasi yang dipersembahkan. “Mencari penonton yang memang memiliki interest atau ketertarikan akan seni itu sulit,” ungkap Dr. I Nyoman Astita, M.A. Dirinya yang telah lama bergelut dalam dunia seni ini pun mengaku, hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat untuk menonton pertunjukan besar yang cenderung menampilkan bentuk visual. “Pertunjukan seperti joged atau treatrikal pasti lebih ramai, dibanding musik. Sebab penikmat musik memiliki music of sence-nya sendiri,” ujar pria yang khusus mengamati seni musik ini. Tentunya, Astita tidak dapat menyalahkan keadaan ini pada masyarakat, karena tak dipungkiri seni memang memiliki gaya dan penggemarnya masing-masing. Justru Astita mengharapkan hal ini dapat merangsang kreativitas seniman musik, khususnya musik lokal. Seniman musik haruslah tetap berkarya, meski harus sambil menanti penikmat musik yang sejati. (Tim MP)

