Matahari telah memilih untuk tenggelam bersama senja. Namun, kalangan Madya Mandala tak lekang sepi. Penampil dan pembina berkutat dengan waktu gladi dan jam pentas yang tak lama lagi. “Ayo anak-anak itu angkat pohonnya,” pekik Sarwi Endah dengan toa yang menemaninya.
Sarwi Endah pun kembali mengerahkan para kru SMP Tunas Daud. Wanita yang bernama lahir Sarwi Endah Wahyuningrum ini mengemban tugas selaku pembina pementasan yang bertajuk ‘Rajapala’. “Kisah ini seputar Rajapala dan tokoh lainnya, dimana Durma yakni anak Rajapala sebagai tokoh utamanya,” ujarnya. Endah pun kembali menuturkan kisah Rajapala yang diangkatnya tak sepenuhnya bertumpu pada aslinya. “Disini kami memodifikasi cerita agar pesan yang disampaikan lebih mudah tersampaikan ke kaula muda,” terangnya menambahkan. Guru kimia dan musik ini pun mengaku, untuk mempersiapkan garapan ini membutuhkan waktu intensif kiranya 3 minggu. “Kebetulan ada USBN (Ujian Sekolah Bertaraf Nasinonal) dan Ujian Nasional, sehingga persiapannya banyak kendala di waktu,“ ungkapnya. Dalam garapan ini, Endah melibatkan beberapa siswa dari kelas 7 dan 8 sebagai penampil, serta kelas 9 sebagai kru.
Dengan garapan yang dipersembahkan, Endah mengharapkan agar generasi muda menangkap pesan dari hal yang ditampilkan. “Melakukan segala sesuatu dengan baik, melakukan tugas dengan baik sehingga memiliki prestasi yang bagus dan menjadi generasi yang bertanggung jawab, layaknya tokoh Durma itu sendiri,” harapnya. Endah yang sejatinya sebagai pengajar kimia justru dipercaya untuk menggarap drama modern-tradisinal ini. “Saya hobi diseni tetapi sejak SMA saya ambil jurusan IPA dan melanjutkan ke Kimia, semasa kuliah saya aktif juga di seni musik,” terangnya sambil tertawa.
Tak hanya SMP Tunas Daud, SMP Harapan Nusantara pun turut mengisi penampilan di Nawanatya III kemarin. I Putu Ariyasa, S.Si sebagai kepala sekolah Harapan Nusantara pun menuturkan rasa bahagianya terhadap anak didiknya yang tampil. “Bangga bisa mengisi Nawanatya III ini, dan kami disini memadukan jejangeran yang variatif sekaligus acara pendukung lainnya,” terang Ariyasa. Dengan dibalut kain batik siswa siswi SMP Harapan Nusantara tampil dengan apik. Selain itu, adapun penyanyi solo dan pembacaan puisi diselingi tarian yang variatif.
Tentunya, baik Ariyasa maupun Endah sama-sama mengharapkan keseimbangan dalam perkembangan siswa-siswinya. Sehingga antara seni dan semua ilmu lainnya saling mendukung. “Eksak mengajarkan kita agar lebih detail untuk memikirkan segala sesuatunya dan seni mengajarkan kita untuk lebih kreatif,” tutup Endah menimpali.
Semoga Membekas
Senja hari sebelumnya, penampil cilik dari TK Negeri Pembina dan TK Saraswati 2 Denpasar. Bermula dari TK Negeri Pembina, Ni Nyoman Darmini, S.Pd, M,Pd pun mempersiapkan penampilan anak didiknya dengan mantap. Diakhiri dengan penampilan fashion show yang bertemakan casual, penonton yang hadir kemarin tak dapat terlepas dari gelak tawa dan tepuk tangan yang meriah. “Kami ingin memberi pelajaran kepada anak-anak agar senantiasa mencintai seni dan budaya Bali, tanpa lupa untuk belajar kebudayaan dari negeri luar juga,” ungkapnya. Sebagai penampil kedua, TK Saraswati 2 Denpasar turut mempersembahkan persembahan yang variatif. Ni Wayan Darning, S.Pd, M.Psi sebagai kepala sekolah TK Saraswati 2 Denpasar mengungkapkan bahwa garapan ini dapat berjalan lantaran sinergitas yang baik antara guru, orang tua, dan anak-anak. “Kami saling bekerja sama untuk membuat garapan ini, selain itu kami sudah siap sebab di TK kami sudah memiliki ekstrakurikuler sesuai kegemaran dan bakat si anak,” terangnya. Kedua kepala sekolah ini berharap agar momentum saat tampil di Nawanatya III senantiasa membekas di kalangan siswa-siswinya. (Tim MP)

