
Terlihat siswa-siswi memadati ruang workshop SMAN 3 Denpasar yang dihiasi dekorasi bercorak merah keemas-emasan khas Bali untuk memberi semangat para jagoannya. Ada apakah?
Selasa, (15/01) suasana SMA Negeri 3 Denpasar dipenuhi siswa-siswi yang tengah mempersiapkan rangkain HUT (Hari Ulang Tahun) Trisma ke-42 dalam pemilihan Duta Trisma dan TSO (Trisma Science Olympiad) yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pukul 07:30 wita, para peserta lomba TSO terlebih dahulu diarahkan untuk memasuki ruangan dilaksanakannya perlombaan. Lain halnya dengan pemilihan Duta Trisma yang bertempat di gedung Workshop SMA Negeri 3 Denpasar. “Persiapan acara pemilihan Duta Trisma ini sudah kita lakukan sejak seminggu lalu sih. Salah satunya itu membuat syarat ketentuan yang harus dipenuhi terus dilanjutin sama tes wawancara,” ujar Ni Made Widya Wulandari selaku panitia pemilihan Duta Trisma. Seiring berjalannya pemilihan Duta Trisma, 4 orang finalis telah ter-eliminasi di babak penyisihan top 3. “Sedih sih iya, tapi seneng juga udah bisa sampai top 5 ya walaupun akhirnya ter-eliminasi juga.” ungkap salah seorang finalis bernama Ni Putu Ayu Mandalay S.A.C dengan raut wajah sendu. Meski terlihat berjalan dengan lancar, nyatanya ada beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya acara. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan cepat sehingga acara tetap berjalan lancar.
Setelah ditelusuri, kualifikasi untuk menjadi Duta Trisma ternyata bukan perihal yang mudah. Peserta harus memiliki keterampilan di bidang akademik maupun non akademik. Terlihat di salah satu syarat ketentuan Duta Trisma dimana mereka diwajibkan mengumpulkan fotocopy rapot semester 1. “Pinter secara akademik dan non akademik itu salah satu kriteria yang penting. Biar nanti duta yang terpilih berkualitas, bukan ‘abal-abal’,” ungkap I Nyoman Bayu Pramarta selaku juri. Ia juga menuturkan bahwa persaingan Duta Trisma kali ini memang sangat ketat.
Semangat yang sama pun juga terasa di Laboratorium Fisika SMAN 3 Denpasar. Walaupun masih di babak penyisihan, persaingan yang ketat sudah dimulai. Diantara 27 peserta TSO, hanya 10 orang yang akan terpilih menuju Grand Final untuk memperebutkan posisi teratas. Saat pengumuman nilai untuk 10 besar, SMP Jembatan Budaya menunjukkan dominasinya dengan mengirimkan 3 finalis diantaranya. Babak final pun langsung dilaksanakan tepat setelah pengumuman nilai.
Persaingan terasa semakin sengit, pasalnya soal yang diberikan pun tentunya akan semakin susah. Tepat pukul 13.00 wita, pembacaan hasil serta pemberian hadiah pun dilaksanakan. Peringkat pertama pun diraih oleh Putu Wisnu Jaya Wardhana dari SMPN 4 Singaraja. Peringkat kedua dan ketiga masing-masing didapatkan Gede Prema Raditya (SMPN 10 Denpasar) dan Tan Joshua (SMP Jembatan Budaya). Penyerahan piala dan piagam pun dilakukan oleh I Wayan Sudirga selaku Kepala SMAN 3 Denpasar. (nan,man)

