Rintik-rintik hujan turun sekaligus mewarnai kegiatan mereka dalam memeriahkan rangkaian HUT Trisma ke-42, walau semakin deras tak mematahkan semangat siswa Trisma.
Tak terasa HUT SMA Negeri 3 Denpasar ke-42 tinggal sehari lagi. Tepat pada Rabu (16/1) seluruh warga Trisma mengadakan persembahyangan bersama sebagai wujud rasa terimakasih kepada Tuhan karena senantiasa melancarkan seluruh rangkaian acara yang telah dilakukan. Tatkala persembahyangan sedang berlangsung, hujan turun dengan derasnya mewarnai kegiatan persembahyangan ini.
Trisma kini kedatangan peserta yang merupakan siswa menengah pertama dari berbagai daerah yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan lomba yang diadakan di lingkungan SMA Negeri 3 Denpasar. Selain persembahyangan bersama, lomba-lomba seperti Mawirama, Nyurat Aksara Bali, Makendang Tunggal, Bapang Barong Buntut dan juga kegiatan Bakti Sosial serta Donor darah turut memeriahkan acara pada hari ini. Rangkaian perlombaan yang adapun bertujuan untuk melestarikan budaya Bali. Mawirama dan Nyurat Aksara Bali berlangsung di kelas yang berbeda yaitu XI IPS 1 dan XII MIPA 6 sedangkan Bapang Barong Buntut dan Makendang Tunggal di gedung Workshop. Sambil menunggu mulainya perlombaan, seluruh peserta lomba dipersilahkan berkeliling melihat keadaan lingkungan SMA Negeri 3 Denpasar.
“Persiapan kegiatan perlombaan ini sudah kami lakukan sejak bulan Desember. Dimulai dari mencari peserta lomba hingga menyiapkan barong. Kalau masalah biaya sih kira-kira kita sudah menghabiskan 11 juta,” ujar Komang Tri Asta Pradnya Sulaksana selaku panitia Bapang Barong Buntut dan Makendang Tunggal. Seiring berjalannya perlombaan, remaja 16 tahun ini menuturkan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sesuai rencana meski hujan turun dengan derasnya. “Latihan sudah dari sebulan yang lalu karena engga gampang kalau belajar tanpa pelatih,” ungkap Ida Bagus Pancayoga, salah satu peserta lomba bapang barong buntut. Siswa asal SMP Wisata Sanur ini juga menyatakan tujuannya mengikuti perlombaan ini yaitu menambah pengalaman dalam dunia seni.
Saat jam menunjukkan pukul 08.00, lomba Mawirama dan Nyurat Aksara Bali pun dimulai. Ruangan tempat lomba dilaksanakan tampak apik dengan hiasan bunga yang mengelilingi panggung. Salah satu panitia disana menuturkan bahwa perlu kurang lebih 2 hari untuk mempersiapkannya. Selain itu, para peserta yang merupakan siswa SMP tersebut juga berdandan dengan anggun. Peserta lomba Mawirama terdiri atas 6 orang putri dan 4 orang putra. Sedangkan peserta lomba Nyurat Aksara Bali yang berjumlah 18 orang terdiri dari atas 12 putri dan 6 putra.
Salah satu peserta lomba Mawirama, Ni Putu Mirah Pramiyogi menceritakan pengalamannya dalam berlomba. “Tahun lalu sempat ikut lomba yang sama juga, tapi belum bisa menang. Jadi sekarang ini semacem balas dendam dari kekalahan tahun lalu,” ujar peserta asal SMPN 8 Denpasar. Ketika ditanya apakah mereka merasa gugup saat di panggung, mereka dengan santai mengatakan tidak. “Nggak juga sih. Kalo gugup justru nanti penampilannya nggak maksimal,” tuturnya sambil tersenyum. Pada saat pembacaan pemenang, ia pun tersenyum bahagia karena berhasil mendapatkan juara ke-3.
Sementara itu di laboratorium Biologi SMAN 3 Denpasar, kegiatan Donor Darah tengah dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PMR Trisma dan Unit Transfusi Darah RSUP Sanglah. Untuk pendaftaran sendiri dibatasi hanya 100 orang. Tak disangka, antusiasme warga Trisma untuk kegiatan ini ternyata cukup besar. Para Alumni Trisma juga turut memeriahkan kegiatan ini. Saat ditanya apa saja keuntungan melakukan donor darah ini, Arista selaku panitia Donor Darah pun mengungkapkan bahwa akan membuat tubuh menjadi lebih bugar. “Selain jadi lebih bugar darahnya. Dapet cek kesehatan gratis juga dan yang paling penting dapat snack gratis, loh,” celetuk gadis itu seraya tertawa. Ia juga menambahkan kalau dengan mengikuti kegiatan ini, kita bisa menyelamatkan hidup orang lain yang mungkin membutuhkan darah. “Kalau tujuannya saja sudah mulia, kenapa nggak dilakukan,” tutupnya diakhir wawancara. (nan, man)

