Langit sore mulai menemani sekumpulan siswa yang tergabung dalam ekstra jurnalistik Madyapadma. Gemulai angin menyambut lembut dengan kicauan suara burung yang menemani. Dengan keheningan dan fokus yang melunjak, memikirkan gebrakan baru apa yang akan dibuatnya.
Di tempat yang berbeda Made Subawa, selaku salah satu penjaga keamanan di SMAN 3 Denpasar menuturkan bangganya melihat generasi muda yang mulai berani berubah ke hal positif dan lebih kreatif. “ Kalau ditanya di Trisma, luar biasa lah anak-anaknya bisa kreatif dan berprestasi,” tungkasnya saat ditanya pada Jumat,18 Januari 2019 di depan patung dewi saraswati SMAN 3 Denpasar. Lebih lanjut ia menuturkan perkembangan anak-anak di Trisma dari masa ke masa yang ada di SMAN 3 Denpasar, pasalnya perubahan ini sangat drastis. “ Kalau dulu anak trisma kalem-kalem, sekarang udah gak ada yang bisa dikasi tau lagi. Lebih banyak nakalnya,” terangnya sambil melanjutkan kegiatan menyapunya.
Namun disisi lain Made Bagus Krishna Wiranatha mengungkapkan, generasi muda tak hanya bisa dikatakan perubahan pada hal negatif. Buktinya banyak dari generasi muda yang mulai menunjukan jati dirinya dan mulai membuat perubahan yang berdampak positif. “ Ya, gak bisa lah di bilang generasi sekarang negatif semua, karena sebenarnya sesuai pada anak muda itu sendiri, ya contoh aja ni ya di Trisma udah lumayan lah ya yang berprestasi, ya meskipun ada yang sebenarnya “nakal” tapi lebih banyaknya yang positif,” ceritanya dengan penjelasan tanpa jedanya. Namun mengatasi silang pendapat antara kaum muda dan kaum yang sudah lebih tua.
Putu Puan Maharani menyampaikan generasi muda saat ini berada diposisi masa pubertasinya. Yang masih labil dengan tingkah dan perilakunya. Masih meraba-raba mana yang baik dan buruk, karena kehidupan saja memiliki positif negatifnya masing-masing. Seperti yang di Bali mengenal adanya Rwa Bhineda (Kebaikan dan Keburukan menjadi penyeimbang alam semesta) hal ini juga pada anak muda sebagai agen perubahan. Karena pastinya, anak muda mengalami masa pahitnya sebelum ia menyadari keburukannya. “ kebanyakan anak muda sekarang, berubah sebelum mengalami keterpurukan. Dan emang pastinya perubahan itu diawali dari buruk yang menjadi baik. Ya coba jadi penetral di tengah aja,” tungkas gadis kelahiran Denpasar, 25 November 2001 ini. Di akhir wawancaranya Subawa berharap agar generasi muda dapat lebih kreatif dan berprestasi. “ Ya semoga aja generasi muda makin kreatif dan menghindari pengaruh yang buruk-buruk. Karena kalau mau jadi agen perubahan , ya harus mulai dari diri sendiri,” tutupnya dengan lugas. (anj)

