
Tiang-tiang besi berdiri tegak di tengah rerumputan. Sang surya baru saja menampakkan dirinya. Namun, siswa-siswa SMAN 3 Denpasar telah berdatangan sesaki bumi trisma. Kamis, (9/5) merupakan hari spesial bagi siswa kelas 12 SMAN 3 Denpasar.
Ratusan siswa tampak antuasias, berlomba-lomba memoles dirinya di hari pelepasan. Semuanya tampak menawan dalam balutan pakaian adat Bali. Senyum manis hiasi wajah tiap anak. Terlihat seorang siswa berjalan melenggak-lenggok di atas lapangan hijau Trisma. Bersenda gurau menghampiri teman-temannya yang lain. Tiba-tiba sebuah suara terdengar di seantero Trisma. memberi intruksi bahwa sebentar lagi acara yang ditunggu-tunggu akan dimulai. Dalam sekejap mata semua siswa tampak berhamburan mencari tempat yang nyaman guna mengikuti rangkaian acara pelepasan siswa SMA Negeri 3 Denpasar angkatan 40.
Alunan Puja Tri Sandhya memenuhi bumi Trisma pertanda acara pelepasan siswa kelas XII telah dimulai. Seluruh siswa dengan khusyuknya mencangkupkan kedua tangan di dada lantas turut mengalunkan Puja Tri Sandhya. Tari Tri Semaya seolah tak pernah absen mewarnai setiap acara Trisma. Tari kebanggaan Trisma ini berhasil menyedot perhatian semua orang. Riuh tepuk tangan menggelegar pekakkan telinga. Manik mata siswa-siswa berbinar penuh rasa takjub. Setelah tarian tersebut usai, acara dilanjutkan dengan pemberian kesan dan pesan dari ketua umum OSIS SMA Negeri 3 Denpasar. Drs Ida Bagus Sudirga M.Pd.H selaku kepala sekolah Trisma turut serta memberikan sambutan serta menyampaikan harapan-harapan untuk anak didiknya.
Waktu terus berjalan hingga tanpa sadar sang surya tepat berada di atas kepala. Hawa panas terasa bersamaan dengan semilir angina yang menerpa. Satu persatu siswa menerima medali dan plakat sebagai tanda bahwa mereka telah menuntaskan pendidikannya sebagai siswa menengah atas di SMA Negeri 3 Denpasar. Teriknya mentari terasa membakar kulit, peluh terus menetes. Meskipun demikian tak mengurangi anstusiasme siswa kelas XII. Bukan hanya siswa kelas XII, siswa kelas X dan XII juga tampak antusias. Mereka berbondong-bondong membawa seikat bunga dalam genggaman tangannya guna diserahkan sebagai tanda perpisahan. Tak lupa mereka mengabadikan momen bahagia sekaligus haru tersebut. “Graduation itu ada senengnya tapi juga ada sedihnya. Kalau senengnya itu udah bebas dari tugas-tugas yang bikin sakit kepala. Terus kalau sedihnya itu ya harus pisah sama temen-temen,” ungkap I Putu Eka Putrawan (18) sembari tersenyum.
Di balik kelancaran acara pelepasan siswa kelas XII terdapat orang-orang yang berperan penting. Mereka bahu-membahu mempersiapkan segala kebutuhan yang mendukung acara pada hari itu. “Kalau untuk persiapannya gak terlalu berat. Cuma mendekorasi dan menyiapkan plakat juga medali. Sedangkan bagian tenda itu udah disiapkan langsung oleh pihak sekolah dari dua hari yang lalu. Kendalanya itu saat penyerahan medali dan plakat. Agak susah mengatur ratusan orang untuk tetap tertib selama penyerahan. Karena plakat dan medali tersebut berisikan identitas masing-masing peserta,” jelas Siska Angelina.
Masa-masa menengah atas merupakan masa yang sulit dilupakan. Berbagai hal berlalu dengan begitu cepatnya. Waktu tiga tahun terasa amat cepat. Suka dan duka terlewati begitu saja. “Aku sih berharap Trisma kedepannya semakin jaya. Adik-adik kelasnya juga bisa ngelanjutin kesuksesan kami untuk meraih prestasi. Supaya prestasi yang berhasil di raih Trisma terus bertambah,” tutup Eka dengan tatapan sendu. (dyt, man)

