Ditetapkan oleh UNESCO sebagai “Ingatan Dunia” atau MoW (Memory of The World) pada 31 Oktober 2017 lalu, kini kelestarian Cerita Panji terus digencarkan.
Memperkenalkan kepada dunia bahwa Cerita Panji merupakan warisan budaya Indonesia merupakan tujuan utama diadakannya festival bergengsi ini. Kegiatan yang diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diselenggarakan di 8 Kota di Indonesia yakni Denpasar, Pandaan, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta. “Memperkenalkan pada dunia dan memperlihatkan variasi panji di negara lain itulah yang utama,” tutur pengamat seni I Wayan Dibya. Dibya pun menuturkan bahwa Cerita Panji merupakan seumber inspirasi yang kokoh terhadap 7 jenis pertunjukkan yang ada di Bali. “Di Bali saja ada 7 pertunjukan yang mengunakan cerita panji sebagai landasan, diantaranya legong, gambuh, wayang, arja, dramagong, dan kekebyaran,” tutur Dibya pelan.
Cerita Panji sendiri awalnya berkembang di Indonesia dari kekuasaan Kerajaan Majapahit. Popularitas Kerajaan Majapahit yang telah mencapai negara di Asia Tenggara membuat Cerita Panji pun turut dikenal di wilayah negara-negara tetangga. “Di Thailand Inao namanya, di tempat lain namanya beda tapi substansi hampir sama,” terang Dibya kembali. Adapun rangkaian dari festival ini terdiri dari pagelaran, workshop, seminar internasional, kunjungan budaya, lomba, pameran, pemutaran film animasi, dan penerbitan.
Sementara itu, pengamat seni lainnya, I Made Bandem mengatakan, “Saya ingin melihat adanya platform, yakni persamaan dan perbedaan gaya tari yang ada di setiap negara yang memiliki Panji”. Melalui pengamatannya, Bandem ingin melihat keterkaitan hubungan gaya tari serta perspektif dalam pengambilan artikulasi cerita dalam gerak tari itu sendiri. Sejauh ini, persamaan yang paling sederhana dilihat oleh Bandem yakni pada alat musik yang digunakan untuk mengiringi garapan yang berdasar Cerita Panji ini. “Kalau kita punya terompong, riong dan di Thailand namanya Kongbonglek dan KongBongLai, wujudnya sama cuma beda nama saja,” tutur Bandem sembari tertawa. Guna memperkuat cerita panji sebagai ingatan dunia Bandem pun berharap festival seperti ini terus digencarkan. “Adakan festival, penelitian, pembuatan aplikasi maupun animasi bertemakan Panji penting untuk terus digiatkan. Kalau bisa negara buat film-lah,” tambah Bandem. Clipuri Sex https://www.tubev.sex/?hl=ro .
Kedua seniman maestro ini pun berharap agar Cerita Panji tak hanya dikenal dan dinikmati oleh generasi old saja. “Justru Cerita Panji sendiri sedang menanti generasi now agar dijadikan sebagai tuntunan sekaligus hiburan masa kini dan nanti di seluruh dunia,” harap Dibia menutup perbincangan. (Tim MP/Foto:Widnyana Sudibya)


