Jagat maya sempat dihebohkan dengan kontroversi salah satu dari sekian banyak kata gaul yang menyebar di masyarakat. Salah satu kata yang kerap digunakan dalam komunikasi sehari-hari, dianggap sebagai bahasa yang kasar. Namun bagaimanakah bahasa gaul dari lensa kaca remaja?
Tata bahasa rupanya turut berkembang seiring perkembangan zaman. Bahasa merupakan sarana komunikasi yang digunakan oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri masyarakat menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun, acap kali penggunaannya diiringi bahasa gaul di kehidupan sehari-hari. “Bahasa gaul itu adalah bahasa yang digunakan oleh remaja saat mereka bergaul agar tidak terlalu kaku, bahkan aku lihat bahasa gaul itu modifikasi dari Bahasa Indonesia,” ujar Ni Wayan Kusuma Putri (16) membagikan pandangannya.
Penggunaan bahasa gaul tak bisa dikatakan salah. Tergantung situasi dan kondisi konteks bahasa tersebut digunakan. Selama penggunaanya tak menjadi jarum yang menyakiti hati seseorang, bahasa gaul masih sah digunakan di keseharian masyarakat. Penggunaan bahasa gaul sendiri memang lebih banyak digunakan dikalangan remaja dibandingkan golongan tua. “Penggunaan bahasa gaul menurut saya wajar, tapi tergantung jika yang menggunakannya adalah remaja maka akan sangat wajar karena mereka mengatakannya itu dianggap seperti kekinian. Tetapi jika yang menggunakannya adalah orang tua atau dewasa kemungkinan besar mereka agak merasa canggung,” ungkap Ida Ayu Ariesta Indah Suari(16).
Namun kini, sebagian orang menganggap penggunaan bahasa gaul menjadi ancaman bagi bahasa Indonesia. Faktanya bahasa gaul lebih banyak digunakan di kehidupan sehari-hari dibandingkan Bahasa Indonesia mengingat suasana non formal lebih sering dialami dibanding suasana formal. “Jika dilihat secara teliti, bahasa gaul anak zaman sekarang sudah mampu menggeser penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar karena dengan menggunakan bahasa gaul rasa cinta tanah air remaja juga memprihatinkan,” tutur Made Rahayu Dewi, S.S(26), Mahasiswi yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Negeri Sakura.
Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja sebetulnya tak menjadi masalah. Namun kadang tanpa disadari bahasa gaul digunakan ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua dirasa kurang tepat. “Boleh saja menggunakan bahasa gaul akan tetapi jangan lupa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan juga penggunaan bahasa dengan lawan bicara,” ujar Kusuma Putri.

