Seiring mendekatnya pelaksanaan PRESSLIST 15, seluruh panitia Madyapadma Journalistic Park mulai memfokuskan diri pada berbagai persiapan yang perlu dimatangkan. Lantas, sudah sejauh mana progres persiapan yang telah dilakukan?
Menjelang akhir tahun 2025, ketika sebagian besar siswa sedang menikmati masa liburan akhir semesternya, situasi berbeda terlihat di Madyapadma Journalistic Park. Para anggotanya yang saat ini justru disibukkan dengan persiapan menuju agenda tahunan yang telah lama dinantikan, PRESSLIST 15. Setelah kurang lebih satu bulan persiapan, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 Desember 2025, dengan mengusung tema “Memanusiakan Keindonesiaan, Menumbuhkan Kesadaran Berkeadilan”.
PRESSLIST 15 adalah agenda lomba tahunan yang diadakan oleh Madyapadma Journalistic Park. Sejumlah perlombaan jurnalistik seperti majalah, koran dinding (kording), reportase, serta fotografi menjadi rangkaian utama dalam acara ini. Tak hanya berfokus pada lomba, PRESSLIST 15 juga dirangkai dengan berbagai kegiatan penunjang, diantaranya yaitu pelatihan film dokumenter, pemutaran film karya anak Indonesia (BISMA), pameran karya-karya hasil penelitian, pameran HaKI (Hak atas kekayaan intelektual), kegiatan Madyapadma Berbagi, pameran hasil karya Madyapadma, penerbitan buku, peluncuran dan bedah buku, hingga peluncuran pusat studi.
Kamis (25/12), intensitas persiapan kian terasa. Seluruh panitia tampak fokus menjalankan tugas sesuai pembagian masing-masing, mulai dari penataan lokasi acara, persiapan buku yang akan diluncurkan saat hari pelaksanaan, pengelolaan kesekretariatan, dan pemenuhan kebutuhan teknis lainnya.
Menurut Ketua Seksi Transportasi dan Perlengkapan, Ida Bagus Laksemana Semaya Manuaba menerangkan bahwa persiapan perlengkapan acara telah dimulai sejak berakhirnya Sumatif Akhir Semester (SAS). “Sebenarnya udah dari lumayan lama, kalau ga salah pas selesai ulangan udah mulai ngerjain partisi,” terangnya.
Dihitung hingga hari ini, proses persiapan khususnya pada bagian perlengkapan hampir rampung. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi. “Kalau untuk saat ini, pengerjaannya cukup lancar dan udah hampir selesai sih tapi bagian yang rusak masih perlu diperbaiki kaya kaki meja patah, partisinya lepas dan perlu penambahan material,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Seksi Desain dan Dekorasi Pameran, Ni Nyoman Ayu Winna Trigita mengungkapkan kendala yang dihadapinya selama proses persiapan PRESSLIST 15. Ia mengaku belum pernah terlibat secara maksimal karena baru kembali dari lomba di Yogyakarta “Jujur aku ngerasa gaenak karena banyak kerjaan yang akhirnya diambil alih sama rekan yang lain,” jelasnya.
Kendala serupa pun turut dialami oleh Ketua Seksi Lomba Majalah, Saidah Rossalia Febryanti. Ia mengatakan kesulitan dalam menjaring peserta sesuai dengan target yang ditetapkan, khususnya peserta dari luar Bali serta tantangan dalam proses rekapitulasi nilai. “Yang paling susah tuh pas nyari peserta luar Bali, kita udah berkali kali kontak pihak yang berkaitan tapi ga ada yang jawab sama sekali dan selain itu pas rekap nilai juga lumayan melelahkan karena banyaknya aspek penilaian,” ucapnya.
Tetapi dibalik keluhan itu semua, Rossa menegaskan sikap optimis dan pentingnya komunikasi antarpanitia. “Satu hal yang aku tanamkan dalam diriku adalah optimis dan juga pentingnya komunikasi antar semua panitia yang terlibat, jadi kerjaannya bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan PRESSLIST 15, panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan. Semaya berharap agar properti yang digunakan pada pelaksanaan kali ini masih dapat dimanfaatkan kembali untuk penyelenggaraan PRESSLIST di tahun-tahun berikutnya. Sementara itu, Winna berharap PRESSLIST 15 dapat berlangsung sesuai harapan seluruh panitia serta menjadi agenda yang terus dikenang dan dibanggakan pada pelaksanaannya di masa mendatang. (gan)