Work Hard In Silince. Succes Be Your Noise adalah sebuah kutipan penyemangat bagi sosok Ni Putu Miranda Putri. Meski memiliki masa lalu yang cukup kelam, kini dirinya telah berhasil menemukan tujuan yang ingin dicapai.
Cantik, anggun dan berbakat adalah kriteria yang bisa menggambarkan sosok dari Runner UP I Duta Trisma ini. Meskipun memiliki hobi di dunia modelling tak manghentikan langkah Ni Putu Miranda Putri atau yang kerap disapa Miranda ini untuk berprestasi di bidang lain. Fakta ini nampak dari sederet prestasi yang ditampi oleh pendengan music pop ini. Juara 1 lomba Karya Tulis Ilmiah Galenica Student Competition 2020, Juara Harapan 1 Lomba Debat Se-Bali Undiksha 2020, Medali Silver Lomba Karya Tulis Ilmiah Indonesia Inventors Day 2020, Medali Emas Lomba Karya Tulis Ilmiah YNSF (Youth National Science Fair) 2021, Finalis KOPSI (Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia) 2020, 75 besar Lomba Baca Puisi Nasional yang diadakan KAGAMA Indonesia 2020, Juara 1 Lomba Cipta dan Baca Puisi Bahasa Bali SMA Negeri 3 Denpasar, R.Up 1 Duta Trisma 2020, 30 besar Duta Anak FAD (Forum Anak daerah Denpasar) adalah sederet prestasi yang pernah dirainya selama beberapa tahun terakhir.
Putri dari pasangan I Made merta dan Sang Ayu Made Indrawati ini menerima setiap kesempatan yang datang yang nantinya akan menjadi sebuah kesempatan baru untuk meraih prestasi. “Ibu selalu mengatakan bila ada kesempatan maka lakukan yang terbaik, teruslah berjalan ke depan dan abaikan orang yang ingin menjatuhkanmu,” ungkap gadis berzodiac capricon ini. Motivasi dan nasihat sang ibu yang selalu dijalani sukses menjadikan sulung dari dua bersaudara ini sebagai salah satu siswa yang berprestasi dan cukup dikenal dilingkungan SMA Negeri 3 Denpasar.
Kegegalan pun tak luput pernah dicicipi oleh gadis berusia 17 tahun ini. Masa SMA menjadi masa dimana pecinta ayam dan boba ini menikmati hasil manis dari usahanya. Kegagalan yang diterima sejak kecil membuat gadis kelahiran Gianyar, 30 Desember 2003 ini merasa kurang percaya diri. “Saya selalu kalah disetiap lomba yang Saya ikuti dan Saya sempat berpikir bahwa Saya tidak memiliki kemampuan seperti orang lain. Selain itu dulu Saya sering dihadapkan dengan dunia perbullyan, sampai Saya takut untuk datang ke sekolah dan merasa tidak memiliki teman satu pun,” ujar Miranda. Namun kegegalan yang dialami tak membuat langkahnya terhenti. Saat SMA menjadi waktu dimana gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini menemukan kemampuan yang dimilikinya.
“ibu dan keluarga terus mensupport dan membantu untuk bangkit dari dunia kelam tersebut. Hingga SMA saat ini saya mulai menemukan skill saya dan berusaha untuk mulai mengikuti lomba. Walaupun tidak banyak, tapi akhirnya saya bisa meraih beberapa prestasi dan Saya sangat bersyukur dan berterimakasih, karena saya sudah bisa kembali percaya diri terhadap skill yang saya miliki,” ujar alumni dari SMP Negeri 3 denpasar ini. Sebelum tamat dari SMP Negeri 3 Denpasar Miranda sempat menempuh pendidikannya di TK Dharma Putra dan SDN 4 Sumerta.
Anggota dari KIR 3 TRISMA ini berpesan bila kegagalan tak seharusnya menjadi halangan untuk berprestasi. Nyatanya kegagalan bukanlah sebuah akhir, namun tahap awal untuk mencapai sebuah tujuan. “Untuk para remaja di luar sana, apabila mengalami hal serupa seperti saya atau lainnya, saya berharap kalian terus berjuang dan semangat untuk meraih apa yang kalian inginkan karena esungguhnya kesempatan itu selalu ada, namun tergantung bagaimana cara kita meraihnya,” tutup Miranda.(krn/cd/cfk).

