We have 25 guests and no members online
Oleh : Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya
Indonesia lahir dari perjuangan bangsa yang tertindas, dari keringat dan darah yang mereka peras, untuk mendapatkan kemerdekaan seperti yang sekarang kita nikmati.
We have 25 guests and no members online
Oleh : Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya
Indonesia lahir dari perjuangan bangsa yang tertindas, dari keringat dan darah yang mereka peras, untuk mendapatkan kemerdekaan seperti yang sekarang kita nikmati.
Oleh : Ni Ketut Ayu Fitarini
Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Begitu kutipan Ir. Soekarno. Bapak Proklamator Indonesia yang namanya tentu sudah dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tepat 76 tahun Indonesia berdiri. Berdiri sebagai negara yang terbebas dari jeratan kolonialisme para penjajah. Mengapa orang-orang terdahulu itu bisa meraih kemerdekaan? Meraih kemenangan untuk Bangsa Indonesia? Mengapa mereka “rela berkorban” untuk bangsa? Atau sesungguhnya mereka “rela berjuang” untuk Indonesia?
Oleh: Putu Masayu Cahyaning Lestari
Perang yang tak kunjung berakhir, begitu istilahnya. Kalimat yang cukup menggambarkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia saat ini sebetulnya sedang berperang. Bukan dengan menggunakan senjata tajam, namun hanya dengan menggunakan sentuhan jari saja. Tak ayal jika digitalisasi disebut-sebut sebagai lawan yang nyata bagi masyarakat Indonesia belakangan ini. Bukannya tanpa alasan, namun paparan nyata digitalisasi terus menerus mendesak masyarakat untuk tak pernah berhenti melakukan perubahan. Semakin didesak, maka akan semakin besar kemungkinan masyarakat untuk masuk ke dalam lubang digitalisasi.