We have 88 guests and no members online

Terik matahari belum menyengat kulit, terlihat segerombol orang tua siswa di SMAN 3 Denpasar mulai memadati sebuah gedung baru. Mereka mulai memancarkan seulas senyum. Ada apakah?
We have 88 guests and no members online

Terik matahari belum menyengat kulit, terlihat segerombol orang tua siswa di SMAN 3 Denpasar mulai memadati sebuah gedung baru. Mereka mulai memancarkan seulas senyum. Ada apakah?
Siang malam mengipasi sate di atas arang merah. Kepulan asapnya tak menyurutkan semangatnya mencari penghidupan. Tekad ingin berdiri dengan kaki sendiri menghantarkan I Komang Sugiarta menjadi pengusaha sukses.
Dalam perjalanan hidup banyak menemui berbagai rintangan. Itulah yang dialami I Komang Sugiarta. Pria bertubuh jangkung ini memiliki usaha ‘Pondok Sate’ yang bergerak dalam dunia kuliner dan namanya sedang naik daun. Sebelum mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang, pria berusia 35 tahun itu awalnya seorang supir angkot yang banting stir menjadi pengusaha sukses.
Pak Gede nama panggilannya. Pekerjaan lapangan adalah kesehariannya. Ia gemar mencoba hal baru, meski hobinya itu tak selalu membuahkan hal manis.
Saat lulus dari bangku sekolah menengah atas, pria alumni SMA Negeri 3 Denpasar ini diterima di dua jurusan. Arsitektur dan teknik sipil Universitas Udayana. Namun tawaran jurusan arsitektur dibuangnya karena hatinya lebih memilih jurusan teknik sipil. "Saya suka menghitung, tapi daya cipta saya kurang. Jadi saya tidak memilih arsitektur saat itu." ujar pria kelahiran Gianyar, 21 Juli 1976 ini.