We have 34 guests and no members online
Saat warna dalam diri memudar, dirinya hadir untuk memekatkan warna itu. Berhentilah, karena hal buruk akan dimulai dari hal terkecil lontaran kalimat itulah yang diharapkan untuk generasi masa kini . (15/3)
We have 34 guests and no members online
Saat warna dalam diri memudar, dirinya hadir untuk memekatkan warna itu. Berhentilah, karena hal buruk akan dimulai dari hal terkecil lontaran kalimat itulah yang diharapkan untuk generasi masa kini . (15/3)
Industri rumah tangga kerap dijajal para orang tua sebagai tambahan pemasukan dan tak jarang sebagai alternatif pengisian waktu. Pasarnya pun relatif menjangkau wilayah sekitarnya saja. Tak ayal usaha-usaha mikro, kecil, dan, menengah hanya diperhatikan segelintir orang. Boleh jadi pemasukan datang dari orang-orang di sekitar yang tentunya tak akan setiap hari melakukan kegiatan konsumsi dari satu orang produsen, tentunya akan menjajaki sektor-sektor produksi lainnya. Daya tarik yang mungkin tak begitu diperhatikan pada proses produksi dapat mempersulit barang untuk diedarkan. Ditambah lagi, apabila hanya merambah pasar warga sekitar tempat produksi. Bukankah usaha yang seperti ini dinamakan belum mampu memetik peluang?
Emansipasi wanita telah berhasil didobrak oleh sosok yang tak lain ialah RA Kartini. Wanita hingga kini berkedudukan sejajar dengan para pria yang dahulu posisinya amat menonjol. Pada masa lampau, wanita seakan dikelilingi pagar-pagar besi yang bila disentuh dapat membakar jiwa. Di masyarakat, peran dan aktivitas mereka sangat terbatas. Bukan main, sedikit pergerakan saja mereka diperlakukan secara tidak adil bahkan tergolong kejam. Caci maki menghantam psikis wanita yang sesungguhnya amat mulia. Ketika keberadaannya belum mendapat pengakuan yang berarti, wanita tak punya banyak kuasa. Kepala tertunduk, berderai air mata, patuh pada perintah yang mengarah kepadanya.