Apa jadinya jika karya sineas muda dipertemukan dengan penonton dalam ruang ala mini bioskop? Inilah yang dihadirkan BISMA dalam PRESSLIST 15, sebuah program pemutaran film yang merangkai cerita-cerita terkurasi dari dokumenter hingga fiksi.
Rangkaian PRESSLIST 15 akan diisi dengan beberapa kegiatan, salah satunya yaitu Bioskop Madyapadma Trisma (BISMA), sebuah program pemutaran film yang menampilkan karya para sineas muda dari Madyapadma Journalistic Park dan Youth Sineas Award (YSA). Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025 di Paondopo, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
Koordinator Bidang Pelatihan Film dan BISMA, I Ketut Arijuna Aryawangsa, menjelaskan bahwa BISMA telah menjadi bagian dari tradisi PRESSLIST. “Sejak dulu BISMA memang hadir sebagai tempat untuk muter film-film karya Madyapadma dan juga film juara YSA,” ujarnya. Tahun ini, panitia menyiapkan kegiatan lebih cepat karena BISMA tidak digelar pada YSA sebelumnya.
Pemilihan lokasi di Paondopo dilakukan karena tempat tersebut memiliki suasana menyerupai mini bioskop yang mendukung pengalaman penonton. Juna mengatakan ruangan tersebut dipinjam melalui kerja sama dengan alumni Madyapadma. “Vibes-nya benar-benar seperti nonton di bioskop, cuma versi kecil,” tuturnya.
Film yang ditayangkan berasal dari dokumenter dan fiksi karya anggota Madyapadma serta pemenang YSA angkatan 8, 9, dan 10. Kurasi dilakukan dengan mengelompokkan film ke dalam tiga topik besar: Kekuatan dalam Kekurangan, Mereka yang Terpinggirkan, dan Di Ambang Realitas. Setiap sesi menayangkan beberapa film dengan tema serupa yang dilanjutkan dengan diskusi. “Kita ingin penonton bisa memahami pesan dari tiap topik, terutama karena banyak film dokumenter yang dekat dengan kisah nyata,” jelas Juna.
Sementara itu, Wakil Koordinator BISMA, Putu Kiken Prapti Pringgodani, mengatakan kegiatan ini terbuka untuk umum. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan Google Form di poster media sosial Madyapadma. “Caranya simpel banget. Cuma scan link, isi data diri, dan bayar lima ribu per sesi,” terangnya. Panitia menargetkan sekitar 20 penonton per sesi menyesuaikan kapasitas Paondopo.
Selain menonton, peserta juga akan mengikuti diskusi yang dirancang sebagai ruang berbagi pandangan dan apresiasi terhadap karya film yang diputar.
Juna berharap pelaksanaan BISMA berjalan lancar hingga hari kegiatan. “Semoga semua tim bisa cepat tanggap kalau ada kendala, biar penonton tetap nyaman dan acaranya terasa menyenangkan,” katanya. (gan)