Penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menghindari kerumunan dalam upaya pencegahan Virus Corona sudah berlangsung sejak Maret lalu. Beberapa bulan kemudian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Repubik Indonesia telah memberi izin bagi sekolah yang berada dalam zona hijau dan kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Realisasi wacana pembelajaran tatap muka tentu dinantikan banyak siswa. Sama halnya dengan para pelajar di Kota Denpasar yang masih setia menantikannya.
Berbagai metode Pembelajaran Jarak Jauh telah dicoba untuk menggantikan pembelajaran di sekolah. Misalnya, pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan video pembelajaran, power point, hingga memanfaatkan beragam aplikasi pendidikan. Segala upaya itu ditempuh dengan harapan tetap terjalinnya interaksi antar siswa dan guru di tengah pandemi. Walau demikian, tak ayal hati para pelajar tetap menanti peluang terbukanya gerbang sekolah kembali.

